Cara Kerja Tolongku

Target segmentasi yang hendak kami layani adalah masyarakat yang membutuhkan penyediaan layanan keuangan untuk keperluan kegiatan usaha (productive loan) dan kebutuhan dana yang bersifat mendadak yang sulit untuk mendapatkan layanan jasa keuangan dari lembaga keuangan konvensional.

Speciality

Download Aplikasi

Speciality

Mengajukan Pinjaman

Speciality

Tim Memproses

Speciality

Pemberi Pinjaman
Memilih

Speciality

Peminjam Menerima
Pinjaman

Speciality

Pemberi Pinjaman
Menerima Bunga

Speciality

Peminjam Melunasi
Pinjaman

Speciality

Pemberi Pinjaman
Pokok Pinjaman

Feature

Tolongku - Siap Membantu

PT. Asia Ocean Fintek adalah penyedia layanan pinjaman Gotong Royong Online (P2P Lending) di Indonesia

Feature

TANPA JAMINAN

Feature

PINJAMAN CICILAN

Feature

PINJAM CEPAT

Feature

PELAYANAN BERKUALITAS

Feature

AMAN dan TERPERCAYA

Feature

PENAWARAN EKSKLUSIF

Simulasi Pendanaan


Simulasi Pendanaan yang dicantumkan tidak mutlak atau nominal yang dicantumkan berdasarkan hasil dari credit risk rating sheet masing-masing Peminjam.




Pemberi Pinjaman

Jumlah yang diperoleh*

  Rp. 0

Peminjam

Jumlah yang Diperoleh**

  Rp. 0

Biaya Admin Peminjam

  Rp. 0

Jumlah yang Dibayarkan

  Rp. 0 /Bulan

Jumlah Bunga

  Rp. 0 /Bulan

Mulai dari


  Rp. 3,000,000   ke   Rp. 10,000,000

Suku Bunga (per bulan)


  3.00% - 7.00%

Tingkat suku bunga disesuaikan dengan hasil credit risk rating sheet dengan komisi sebesar 1% untuk penyelenggara



Jumlah yang diperoleh pemberi pinjaman sudah dipotong komisi penyelenggara
Biaya admin sebesar maksimal 5% dikenakan kepada peminjam

PERHATIAN


  1. Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Pinjaman dengan Penerima Pinjaman, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.
  2. Risiko kredit atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pinjaman. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.
  3. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan dan mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.
  4. Pemberi Pinjaman yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman pinjam meminjam, disarankan untuk tidak menggunakan layanan ini.
  5. Penerima Pinjaman harus mempertimbangkan tingkat bunga pinjaman dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pinjaman.
  6. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.
  7. Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Pinjaman atau Penerima Pinjaman.
  8. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Pinjaman maupun Penerima Pinjaman (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman.
  9. Setiap transaksi dan kegiatan pinjam meminjam atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pinjam meminjam antara atau yang melibatkan Penyelenggara, Pemberi Pinjaman dan/atau Penerima Pinjaman wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut di atas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.